Tampilkan postingan dengan label Automotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Automotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2009

Upgrade Kawasaki Athlete

Sumber : otomotifnet.com

Enggak sedikit pembesut Kawasaki Athlete yang merasa tunggangannya kurang bertenaga. Pasalnya meski sudah mengusung mesin berkapasitas 125 cc, putaran bawahnya masih terasa kurang nendang dan responsif.

Nah bagi Anda pembesut motor ini, jangan berkecil hati. Karena sudah banyak beredar part racing buat meningkatkan performa tunggangan sampeyan. Kalau hanya upgrade tenaga mesin untuk harian saja sih enggak bikin kantong jebol, harganya juga terjangkau.

Biar ada gambaran jelas, akan diuji coba langsung part PnP (Plug and Play) yang tinggal pasang dan enggak harus mondok di bengkel. Peranti yang dijajal adalah knalpot free flow merek Ahau seharga Rp 350 ribu dan part pendongkrak pengapian CDI BRT Hyperband berbanderol Rp 400 ribu (gbr.1).

Yuk, lihat langsung hasil pengetesannya pakai dyno test BRT di Cibinong, Jabar. Pertama sebelum tunggangan dipasang part racing, power ditunjukkan pada angka 8,57 dk/7.800 rpm. Torsinya 8,41 Nm/6.300 rpm (lihat tabel).

Setelah CDI bawaan besutan diganti CDI BRT Hyperband, dipero
leh power 8,70 dk/7.900 rpm dan torsi maksimalnya 8,34 Nm/6.100 rpm. Selanjutnya tunggangan hanya diganti dengan knalpot

Nah langkah terakhir yakni knalpot Ahau dan CDI BRT dipasang secara bersamaan. Dari hasil pengetesan diperoleh hasil; power 9,23 dk/8.200 rpm dan torsi 9,03 Nm/5.100 rpm (gbr.2a). Ini berarti ada kenaikan power sebesar 0,66 dk dan dipastikan akselerasi bawah akan bertambah.


gbr.2b

Berdasar pengetesan di atas, meski power maupun torsi sudah naik, namun masih bisa dimaksimalkan lagi. Sebelumnya lihat grafik AFR (air fuel ratio) (gbr.2b), yang berfungsi menunjukkan campuran bensin dan udara di ruang bakar sudah maksimal apa belum.

“Kalau ngejar power, perbandingannya 13 : 1, yakni molekul udara 13 dibanding 1 molekul BBM. Bila angka di atas 13, berarti terlalu kering (kurang bensin) dan sebaliknya. Tapi kalau lebih mementingkan emisi, perbandingannya 14 : 1,” urai Tomy Huang, penggawang BRT.

Dari pemasangan CDI BRT bersamaan knalpot Ahau tersebut, diperoleh AFR 13,71 yang sebelumnya 13,73. Menandakan campurannya terlalu kering. Agar hasilnya lebih maksimal lagi, lebih baik dilakukan setting ulang karburator. “Bila setting karburator belum menemukan hasil yang pas, bisa dilakukan penggantian spuyer dengan ukuran yang lebih besar,” anjur Tomy.

Tabel Hasil Tes

Kamis, 12 Februari 2009

My Ride " Kawasaki Athlete"

Tipe Mesin : 4 langkah SOHC 2 katup
Jumlah & Isi Silinder : 1 buah & 124.6cc
Diameter x Langkah : 56 x 50.6mm
Perbandingan Kompresi : 9.8 : 1
Daya Maksimum : 9.9 PS/8000 rpm
Torsi Maksimum : 8.6 Nm/6000 rpm
Karburator : Keihin PB18
Sistem Starter : Kick Starter & Elektrik Starter
Tipe Transmisi : Tipe Rotari
Jumlah Transmisi : 4 kecepatan
Pola Pengoperan Gigi : N-1-2-3-4-N ( Rotary )
Tipe Sistem Reduksi Final : Gear
Rasio Gigi Ke1 3.000 ( 36/12 )
  Ke2 1.938 ( 31/16 )
  Ke3 1.350 ( 27/20 )
  Ke4 1.087 ( 25/23 )
Tipe Sistem Final Drive : Chain Drive
Drive Rasio Keseluruhan : 9.634@TopGear
Sistem Pengapian : DC-CDI
Sistem Pelumasan : Forced Lubrication
Sistem Penyaringan Oli : DFLS ( Double Filter Lubrication System )
Kapasitas Minyak Pelumas : 1.1 liter
Tipe Oli Mesin : API SE, SF atau SG/SAE
Busi : NGK C6HSA
Tipe Rangka : Full Frame
Suspensi Depan : Teleskopik – Fork
Suspensi Belakang : Swing Arm Monoshock
Panjang x Lebar x Tinggi : 1920 x 695 x 970 mm
Jarak Poros Roda : 1.240mm
Jarak Ke Tanah : 150mm
Julur Depan : 280mm
Julur Belakang : 400mm
Berat Maksimum : 104 kg
Rem Depan : Hidrolik, single disc, caliper 2 piston
Rem Belakang : Hidrolik, single disc, caliper 2 piston
Kapasitas Tangki : 5.2 liter
Kapasitas Bagasi : 4.5 liter
Panjang Handle Bar : 6.95mm
Sudut Putar Handle Bar : 42.5⁰
Dimensi Ban Depan : 70/90-17
Dimensi Ban Belakang : 80/90-17
Tipe Ban Depan : 2.50-17 4PR
Tipe Ban Belakang : 2.75-17 4PR
Pelek Roda : Cast Wheel Aluminium Alloy
Saat Pembukaan Katup : 
Inlet : 
  Buka : 20⁰ sebelum TMA
  Tutup : 60⁰ setelah TMB
  Durasi : 260⁰
Exhaust :
  Buka : 55⁰ sebelum TMA
  Tutup : 25⁰ setelah TMB
  Durasi : 260⁰
Kelistrikan : 
  Battery : 12V5 AH
  Lampu Depan
  Tipe : Semi Sealed Beam
  Bola Lampu : 12V(18/18W)X2
  Lampu Belakang/Rem : 12V(5/18W)
Alternator :
  Tipe : Outer Rotor
  Output Rata-rata : 1.6A/16V@6000rpm
  Saat Pengapian: Dari 10⁰ sebelum TMA pada @ 1200 rpm hingga 31,5⁰ sebelum TMA pada @4500 rpm

Perawatan Ban Bocor

Bagi rekans yang suka berkendara, masalah ban tentu sering ditemui dan harus diwaspadai. Meskipun ban masih baru, tapi kalo lagi apes, kempes juga ketusuk benda lancip seperti paku dan semacamnya.. Lalu ban itu digantikan ban serep dan dibawa ke tukang tambal ban. Apa yang dilakukan tukang tambal? Kiamatlah sudah ban baru kita. Ban yang tadinya utuh sekarang ditusuk dengan alat tusuk yang segede kelingking. Ban yang tadinya bocor hanya seujung jarum dibikin bolong kaya mulut pipa. Itu mah namanya tambal ban tubles! 

Setelah dibolongin, tali serabut disumbatkan ke bolongan ban dengan regangan yang cukup potensial untuk semakin merusak ban. Mulai dari bahan karetnya, anyaman benangnya sampai anyaman kawatnya dibikin sobek dan putus berantakan, sehingga ban kita menjadi semakin lemah.. Inilah bentuk kiamat dari ban kita setelah membayar ongkos tambal 8 - 10 ribu perak. Untuk pertama kalinya tambalan mungkin masih bisa bertahan selama beberapa minggu atau bulan. Tapi jika bocor lagi dititik yang sama kagak bisa lagi disumbat dengan tali serabut itu. Tapi harus menggunakan ban dalam! Emangnya enak pake ban dalam? 

Inilah cara yang jauh lebih unggul (dalam hal kekuatan, tidak merusak sama sekali), hemat waktu, biaya dan tenaga, dan ......

dapat dikerjakan sendiri tanpa melepas roda.

Pompa sampai penuh lalu putar perlahan sambil disirami air. Setelah tampak gelembung udara pertanda bocornya, tandai daerah bocor (sebaiknya lingkari pake tip-ex). 

Cucilah hingga bersih daerah bocor itu lalu dilap dengan lap kering. Setelah kering tetesi dengan lem power (power glue) merek apa aja sehingga lem meresap ke dalam lubang. Bantulah dengan menusuk-nusukkan benda lancip seperti paku yang bersih ke lubang agar lem lebih lancar masuk. Lalu tunggu kering selama beberapa menit. Lalu pompa lagi Ok! Pekerjaan menambal selesai. 

Apa keunggulannya?

(1) Kuat dan anti gagal. Daya adesif lem power lebih tinggi dibanding daya kohesif karet sendiri, so... titik ini menjadi lebih kuat daripada bagian yang lain. Tidak ada bagian yang mungkin copot atau terpental, karena hanya menggunakan lem. Life time guarantie! 

(2) Tidak terjadi pelemahan sedikitpun pada jaringan ban.

(3) Tidak menambah massa yang mempengaruhi balancing.

(4) Tidak akan pernah membutuhkan ban dalam sepanjang umur ban. Menggunakan ban dalam menambah biaya, menambah rumit setting roda, keandalan yang lebih rendah dan risiko kegagalan yang jauh lebih tinggi.

(5) Tidak tergantung pada orang lain dan tukang tambal ban maupun alat-alat yang lebih rumit. Dapat dilakukan sendiri dengan mudah, cukup bermodalkan sebuah lem power Rp.1000 saja, dan satu pompa sepeda anak-anak di rumah.

Biaya yang jauh lebih rendah. Satu tabung kecil lem power dapat menambal puluhan titik bocor.

(6) Kondisi ban tetap utuh, seolah-olah ban tidak pernah mangalami bocor. Tidak merusak jaringan karet, benang dan kawat ban.

Senin, 19 Januari 2009

Merawat Cat Motor

1.Claying,Tujuannya untuk mengangkat kotoran2 yg udah lama banget nempel di body motor kita, seperti bekas aspal,bekas kotoran yg me"ngerak",dll. Tujuan utamanya ialah menyegarkan dan menghaluskan kembali cat motor kita. Kapan sih kita bisa tahu klo kita butuh men'clay' motor kita?
Coba deh raba dengan tangan kita (atau bisa juga kita masukan tangan kita ke dalam kantong plastik dan coba raba body dengan tangan yang sudah terbungkus plastik tersebut), klo kerasa kasar... nah berarti motor kita butuh nih treatment ini.

2.Cleaning ,Tujuannya untuk menghilangkan bekas noda/wax terdahulu,meminimalkan/menghilangkan baret halus (swirl mark) yang ada.

3.Polishing,langkah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali warna cat kita. jangankan motor lama, yang baru keluar dari pabrik aja pasti ada cacatnya. nah... polishing adalah caranya.

4.Waxing ,tahap ini yang biasa kita kenal dengan istilah moles. tujuannya untuk memberikan proteksi terhadap sinar UV di cat motor kita setelah semua tahapan di atas tadi. produk mana yang bikin paling kinclong ?
cari yang terdapat kandungan pure carnaubanya (dibuat dari bahan alam), cuman biasanya produk ini tidak dapat bertahan terlalu lama terkena sinar matahari. klo mau yg awet kinclongnya ? cari yang berbahan sintesis (biasa dikenal dengan Sealent product), basisnya dari bahan2 kimia sehingga lebih tahan terhadap cuaca. cuman untuk kinclongnya sih lebih ok yg pure carnauba.

5.Maintenance,Nah... semua proses tersebut dapat bertahan lebih lama lagi hasilnya klo kita rawat waxing motor 2 minggu sekali, klo mau lebih bagus lagi bisa juga disemprotkan quik detailer setiap kita abis nyuci.